Showing posts with label Khalil Gibran. Show all posts
Showing posts with label Khalil Gibran. Show all posts

Friday, January 13, 2012

BAGAIMANA AKU MENJADI GILA ( KARYA SANG MANJUN KHALIL GIBRAN)

mari kita mengambil hikmah dari kisah berikut ini .
INILAH kisahku bagi semua yang ingin mengetahui bagaimana aku kini menjadi gila. 
Dahulu kala , sebelum tahun masehi, ada banyak dewa. Aku terjaga dari tidur lelap dan kutemukan semua cadarku telah dicuri orang, tujuh cadar yang kubuat dan kukenakan dalam tujuh kehidupanku di muka bumi. Aku pun berlari dengan wajah terkuak di jalanan yang ramai seraya berteriak ,"Pencuri,pencuri,pencuri terkutuk!"
lelaki-perempuan tertawa melihat tingkahku. Beberapa lainnya lari ketakutan menuju ke rumah masing-masing.
Ketika aku tiba dialun-alun kota, seorang lelaki yang berdiri disalah satu sudut alun-alun itu berteriak," Saudara-saudara, lelaki ini gila!" 
Lalu kudongokkan kepala untuk melihat hingga matahari mengecup wajahku yang telanjang untuk pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya kurasakan kecupan matahari pada wajahku yang terkuak hingga diriku bergelora menyambut asmara matahari. Aku tak butuh cadarku lagi . Seolah tanpa sadar aku berkata ," Terpujilah para maling yang mencuri cadar-cadarku itu ."
Begitulah aku menjadi gila,. Namun dengan kegilaanku ini, kutemukan dua hal, kekebasan dan keselamatan sekaligus, kebebasan pribadi dan kemerdekaan membiarkan orang-orang mengetahui keberadaanku. Karena mereka yang mengetahui keberadaan kita sesungguhnya telah memperbudak sebagian yang ada pada diri kita.
Namun aku tak begitu membanggakan keselamatanku. Karena pencuri yang ada dibalik jeruji penjara berada dalam perlindungan kawan-kawannya sesama pencuri.

ASTRONOM ( KARYA SANG MAJNUN KHALIL GIBRAN )

mari kita mengambil hikmah dari kisah berikut ini .
AKU dan temanku melihat seorang laki-laki buta duduk sendirian dibawah naungan sebuah kuil. Temanku berkata , " Dialah orang paling arif di antara bangsa kita."
Kutinggalkan temanku dan kuhampiri si tunanetra itu serta memberinya salam. Kemudian akupun duduk di sisinya untuk berwawansabda dengannya. Sejenak kemudian aku bertanya, " sejak kapan engkau buta,Tuanku?."
Ia menjawab," Semenjak lahir,Nak!."
Kutanyakan lagi,"Mahzab filsafat apakah yang Tuanku anut?"
Ia menjawab," Aku seorang ahli falak,seorang astronom."
Ia menempelkan tangan ke dadanya lalu menambahakn ," Sebenarnya, aku melihat matahari, bulan dan bintang-bintang."

Wednesday, January 11, 2012

DITANGGA SEBUAH KUIL ( KARYA SANG MAJNUN KHALIL GIBRAN)

mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini.
SORE kemarin aku melihat seorang perempuan duduk diatas tangga sebuah kuil.
Sorang laki-laki duduk disebelah kanannya dan seorang lainnya duduk disebelah kirinya, dan keduanya melihat kearah gadis itu.
Terheran-heran aku  karena melihat pipi kanannya pucat dan pipikirinya merona merah mawar.

WAJAH-WAJAH ( KARYA SANG MAJNUN KHALIL GIBRAN )

mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini.
AKU melihat wajah yang menampilkan seribu airmuka, serta wajah yang tidak pernah berubah selamanya seolah-olah hasil cetakan.
Aku melihat wajah-wajah yang dapat kubaca keburukannya yang tersimpan dibawah kemolekan parasnya serta wajah yang tak dapat kulihat keindahannya, yang menakjubkan, yang tersembunyi kecuali bila kusingkap cadarnya yang nyata.
Aku memahami wajah-wajah karena aku melihatnya dari lubang yang disulam oleh penglihatanku, maka aku melihat kenyataan yang ada dibelakangnya dengan mata batinku.

MATA ( KARYA SANG MAJNUN KHALIL GIBRAN)

mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini.
Pada suatu hari, berkatalah mata kepada saudara-saudaranya sesama panca indera, " Aku melihat gunung-gunung bertudung awan dibalik lembah ngarai ini , oh, alangkah indahnya gunung itu,"
Telinga menyimak cakapnya sesaat lalu berkata kepadanya, " Mana gunung yang kaulihat itu ? aku tak mendengar suaranya!".
Kemudian tanganpun berkata , " Percuma aku merasakan ataupun menyentuhnya. Disana tak ada gunung satupun ."
Berkata hidung kepadanya , " Aku tidak bisa tahu bagaimana gunung itu berada, Karena aku tidak dapat mengendusnya.Mustahil gunung itu ada."
Maka mata berpaling kearah yang lain dan tertawa dalam hati. Sementara indera yang lain bersidang untuk membahas penyimpangan yang telah disebutkan oleh mata itu. Sesaat setelah melakukan rapat, akhirnya mereka menemukan kata sepakat, " Nyatanya , mata telah unggul dan tak diragukan lagi kebenarannya.

CARILAH MAKA AKAN KAU DAPAT(Karya Sang Majnun Khalil Gibran)

mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini.
dahulu kala ada seorang manusia. Dia memenuhi lembah dengan jarum. Pada suatu hari datanglah ibu Yesus dan berkata kepadanya ," Teman, mantel anakku compang-camping, aku ingin menyulamnya sebelum berangkat ke kuil, sudikah kaupinjamkan aku sebatang Jarum ?."
  Ia tidak memberinya jarum sebatangpun melainkan justru memberikan sebuah nasihat yang cukup indah yang ia miliki, temannya adalah , " carilah , maka akan kaudapat!", agar dia menasihatkan kepada anaknya sebelum berangkat ke kuil.

Tuhan ( Karya Sang Majnun Khalil Gibran )

 mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini 
Ketika bibirku gemetar oleh ucapan pertama, kudaki gunung suci dan aku memanggil-manggil Tuhan, " Aku ini hamba-Mu, Gusti. Kehendak-Mu yang samar itulah aturanku. Dan aku yang akan senantiasa tunduk kepada-Mu sepanjang hayat."
Tuhan tidaklah menjawabku, melaikan berlalu seperti topan, hilang dari pandangan. Setelah seribu tahun, untuk kedua kalinya, aku mendaki Gunung Suci dan kupanggil Tuhan, " Akulah ulian tangan-Mu, duhai penciptaku. Dari Lumpur bumi Kauciptakan aku dan dengan seembus tiupan Agung-Mu Kauhidupkan aku. Dengan seluruh keberadaanku, aku berutang kepada-Mu."
Tuhan tidaklah menjawabku , bahkan laksana kepekatan seibu sayap, dia menarikku berlalu . Setelah seribu tahun lagi, aku mendaki Gunung Suci kembali, dan aku berkata kepada-Nya , " Bapak yang Kudus, akulah putera-Mu terkasih. Dengan cinta kasih Kaulahirkan aku, dengan cinta dan penghambaan , kuwarisi kerajaan-Mu."
Kali inipun Tuhan tak mau menjawab. Dan bagai kabut yang menyaput puncak-puncak bukit , Ia menghilang dari mataku.
Untuk yang keempat kalinya , aku mendaki Gunung Suci dan kupanggil Tuhan , " Tuhanku yang Maha Bijakasana lagi Maha Mengetahui, Wahai kesempurnaan dan tujuanku, akulah kemarin-Mu dan Engkau esokku. Aku akar bagi-Mu dalam kegelapan bumi dan Engkau bungan-bungan bagiku dibiar-binar cahaya langit. Kita tumbuh bersama dihadapan matahari.
Ketika itu belaslah Tuhan kepadaku lalu menyelimuti dan membisikkan kata-kata yang teramat lembut dan manis ditelingaku.
Dan sebagaimana lautan menyimpan arus sungai-sungai yang mengalir kepadanya , Tuhan pun menyimpanku dikedalaman-Nya.
Tatkala aku turun menuju lembah dan pedataran, disananlah kujumpai Tuhan,

ANJING BIJAKSANA

 mari mengambil hikmah dari Sang Majnun melalui karyanya berikut ini .
Pada suatu hari anjing bijaksana berjumpa dengan sekawanan kucing, Ketika ia mendekat dilihatnya meraka berpaling seolah-olah tidak memedulikan kedatanganya. Ia diam terheran-heran menyaksikan sikap meraka.
Ketika ia menatap mereka, seekor kucing besar muncul dari tengah - tengah kawanan itu. Diwajahnya terbaca tanda-tanda kegagahan dan wibawa. Ia memandang kawan-kawannya dan berkata kepada mereka , " Berdoalah, wahai saudara-saudaraku yang beriman , benar kukatakan kepadamu bahwa bila kalian berdoa lalu kalian mengulang-ulanginya dengan penuh khusyuk, permohonan akan terkabul dan Tuhan akan mencurahkan tikus-tikus dalam seketia."
Setelah sang anjing bijaksana mendengan wejangan indah itu, ia tertawa dalamhati dan mundur menjauh dari mereka serta mengulang-ulangi ucapannya dalam batin. Betapa bodoh kucing-kucing itu, betapa buta mata mereka untuk mengetahui apa yang ada dalam Alkitab. Bukankah sudah jadi suratan? bahkan apakah aku tak membaca , juga nenek-moyangku sebelumnya, mereka membawa kabar bahwa Tuhan akan menjawab doa dan permohonan serta puji-puji dengan menghujani kita tulang-tulang , dan bukannya tikus?

( Gibran Khalil Gibran) sumber Sang Majnun Khalil Gibran


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons